Selama PSBB, Satpol PP Kota Tangsel Tutup 40 Tempat Usaha

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel telah menutup 40 tempat usaha. Pada PSBB lanjutan, Satpol PP pun akan terus menindak tegas pelaku usaha yang masih bandel.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fakchry mengatakan, setiap hari pihaknya selalu melakukan monitoring agar PSBB bisa berjalan lancar. Dalam monitoring itu, tempat-tempat yang tidak boleh buka tapi masih beroperasi, akan ditutup sementara.

Muat Lebih

“Untuk warung makan kita imbau tidak boleh makan di tempat, jadi take away. Jadi dia beli lalu dibawa pulang,” tandas Muksin Al Fakchry dalam keterangannya, di Tangsel, Rabu (6/5/2020).

Muksin juga mengungkapkan, selama pemberlakukan PSBB pihaknya sudah melakukan penghentian kegiatan 40 tempat usaha. Sebagian besar adalah kantor-kantor.

Dalam penghentian sementata itu, lanjutnya, pihaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada pemilik atau pengelola bahwa tempat usaha tersebut termasuk yang tidak diizinkan beroperasi selama PSBB.

“Langsung kita tempelkan stiker. Besoknya mereka tidak boleh melakukan aktivitas dan apabila tetap melakukan aktivitas maka kita akan diajukan pencabutan izin usaha,” tandasnya.

Selama PSBB, lanjut Muksin, ada tiga tempat usaha yang tidak sesuai aturan atau melanggar perda. Yakni Komplek Ruko Golden Boulevard BSD City, Pasar 8 Alam Sutera dan di kawasan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren.

Sementara itu Kepala Satpol PP Tangsel Mursina menjelaskan, dalam monitoring itu jika ditemukan ada pelanggaran perda maupun perwal maka pihaknya langsung melakukan penyegelan.

Tetapi, jika hanya pelanggaran perwal nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam rangkan penanganan covid-19, maka hanya ditutup untuk sementara.

“Pada saat kita melakukan pengecekan di salah satu tempat SPA di BSD,di dalam ternyata kita menemukan ada 3 pasangan bugil di dalam. Sehingga lokasi tersebut selain kita hentikan kegiatannya juga kita segel. Dan akan kita ajukan pencabutan izin terkait pariwisata apabila tempat tersebut memiliki izin karena pelanggarannya cukup banyak,” urainya.

Dia memastikan, dalam pelaksanaan PSBB Jilid II Kota Tangsel yang dimulai pada 2 Mei, Satpol PP akan terus melakukan monitoring setiap hari. Dipastikan SatpolPP Kota Tangsel akan melakukan tindakan tegas bagi yang melanggar.

“Kalau diperhatiin di jalan selama PSBB, lebih banyak tukang makanan. Kalau kantor-kantor di BSD yang bandel sudah kita tutup, 10 lebih kantor. Kalau masuk ke kampung banyak tempat makanan, toko kelontong itu kita imbau untuk take a way,” imbuhnya. (rma)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *