Serangan Rudal Iran, 34 Tentara Amerika Gegar Otak

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Dugaan kebohongan Amerika Serikat terkait tidak adanya korban tentara terluka akibat serangan rudal Iran sebagai pembalasan atas meninggalnya Jenderal Qaseem perlahan terkuak.

Pasalnya, pada Jumat (24/1/2020), Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa setidaknya ada 34 tentara Amerika terluka dalam serangan rudal pembalasan Iran awal bulan ini kendatipun pernyataan awal Washington membantah korban.

Muat Lebih

“Tiga puluh empat anggota total telah didiagnosis menderita gegar otak dan TBI (cedera otak traumatis),” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, kepada wartawan dalam konferensi pers di Pentagon di Washington, DC mengutip presstv.com.

Hoffman mengatakan bahwa sebelumnya ada delapan tentara AS yang terluka yang sebelumnya diangkut ke Jerman. Namun sudah dipindahkan ke Amerika Serikat, tetapi sembilan dari mereka masih etap di sana.

“Mereka akan terus menerima perawatan di Amerika Serikat, baik di Walter Reed (rumah sakit militer dekat Washington) atau di pangkalan mereka,” katanya.

“Sembilan korban lainnya “masih menjalani evaluasi dan perawatan di sana (di Jerman),” tambahnya.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menembakkan peluru kendali balistik ke Ain al-Asad, pangkalan udara besar yang menampung sekitar 1.500 tentara AS, dan pos terdepan lainnya di Erbil, Ibukota Kurdistan Irak semi-otonom.

Tembakan rudal itu sebagai tanggapan atas pembunuhan oleh Washington 3 Januari terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds IRGC. Pembunuhan itu juga mengakibatkan kematian Abu Mahdi al-Muhandis, yang merupakan komandan kedua dari Mobilisasi Populer Irak (PMU).

Berbicara pada pagi hari setelah operasi militer timbal balik Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan balasan waktu itu.

“Kami tidak ada korban, semua prajurit kami selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami,” kata Trump saat itu.

Pentagon juga pada awalnya mengesampingkan korban dari serangan itu. Namun berbicara minggu lalu, juru bicara Komando Pusat AS Kapten Bill Urban mengatakan bahwa 11 dari pasukan mereka terluka akibat serangan rudal Iran, dan mereka telah dibawa ke pangkalan AS di luar Irak untuk perawatan lebih lanjut “karena sangat hati-hati”.

Perkembangan ini menandai laporan terbaru dalam serangkaian laporan yang merongrong klaim awal AS, yang meremehkan tidak ada korban dan kerusakan setelah serangan rudal pembalasan Iran. Laporan dan gambar satelit secara bertahap mengungkapkan apa yang media AS gambarkan sebagai kerusakan “luas” di pangkalan itu.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *