Soal WNA Cina Diduga Palsukan KTP, Polisi: Jika Digunakan Maka Masuk Pidana

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Seorang warga negara Cina bernama Mister Wang, dilaporkan di Polda Sultra pada Akhir bulan lalu. Dalam KTP palsu itu, menyatakan nama Mister Wang adalah Wawan Saputra Razak, pria kelahiran Provinsi Shanxi, Cina Tahun 1964.

Ternyata, setelah dilakukan pengecekan di Dinas Catatan Sipil Kendari, nama tersebut tidak terdaftar. Nomor induk KTP yang ada di bagian paling atas juga, tak ada dalam data base Kantor Capil Kota Kendari.

Muat Lebih

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari Asni Bonea membantah telah mengeluarkan KTP atas nama Wawan Saputra Razak termasuk berdomisili di Kecamatan Kadia.

“Saya sudah cek, tidak ada data perekaman KTP atas nama Wawan Razak Saputra, tidak ada satu pun data soal dia yang disimpan di kami,” ujar Asni Bonea kepada wartawan di Kendari.

Ia menjelaskan, saat melakukan perekaman KTP di Disdukcapil, data yang yang diambil berupa sidik jari, retina dan wajah. Namun, data dimaksud tak tercatat di dinas yang diampunya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menyelidiki dugaan penggunaan KTP Indonesia palsu oleh bernama Mister Wang tersebut.

“Masih dalam proses dan masih tahap lidik dan akan naik tahap sidik,” kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam, Senin (11/5/2020).

Ia mengaku, beberapa orang dalam kasus ini sudah diperiksa termasuk pelapor maupun saksi-saksi. Terhadap dugaan KTP dibuat sendiri, kata dia, polisi masih mendalami dalam pemeriksaan.

“Soal barang bukti dia belum dapat laporan lanjut. Karena itu, pihak yang mengeluarkan dan yang membuat sementara diperiksa. Kami dalami termasuk yang buat,” jelasnya.

Ia menyebut, identitas palsu jika digunakan maka masuk kategori tindak pidana.

Diketahui, pertama kali kasus ini dilaporkan ke Polda Sultra, Selasa (28/4) oleh salah satu Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Konawe Utara yang mengetahui WNA tersebut memiliki identitas kependudukan Indonesia.

Irwan selaku pelapor yang juga Babinsa di Konawe Utara menduga, KTP diduga palsu tersebut telah digunakan berkali-kali untuk keperluan administrasi. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *