Tata Cara Salat Gerhana Matahari beserta Lafaz Niatnya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Gerhana Matahari Cincin (GMC) bakal menyambangi sejumlah wilayah di Indonesia hari Kamis ini (26/12/2019). Sementara, sebagian daerah lain di Indonesia hanya bisa mengamati gerhana matahari sebagian.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Tarmizi mengimbau kepada umat Islam di Indonesia untuk mengadakan salat sunnah gerhana secara berjamaah dan melakukan khutbah, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad dalam pelaksanaan shalat gerhana.

Muat Lebih

“Kementerian Agama mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat sunnah gerhana matahari atau yang disebut Salat Kusuf,” ucap Plh Dirjen Bimas Islam Kemenag Tarmizi pekan lalu.

Tata Cara Shalat Gerhana

Dikutip dari laman kemeng, berikut tata cara mengerjakan salat kusuf ketika terjadi gerhana matahari:

  1. Berniat di dalam hati;
  2. Takbiratul ihram seperti salat biasa;
  3. Membaca doa iftitah dan bertaawuz, kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan dikeraskan (jahr) suaranya.
  4. Rukuk dengan waktu yang lama;
  5. Bangkit dari rukuk (iktidal);
  6. Setelah Iktidal, tidak langsung sujud, tetapi membaca Surah Al-Fatihah dan Surah panjang. Surah yang dibaca saat berdiri yang kedua ini, lebih pendek daripada saat berdiri sebelum rukuk.
  7. Rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya;
  8. Bangkit dari rukuk (iktidal);
  9. Sujud yang lamanya seperti rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
  10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama dengan bacaan dan gerakan yang lebih singkat;
  11. Tasyahud;
  12. Salam.

Setelah salat, jemaah mendengarkan khotbah shalat gerhana yang disampaikan imam. Isinya, anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan amal kebaikan lain.

Niat Shalat Gerhana

Niat mengerjakan salat gerhana dapat dilafalkan baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa Arab.

Jika menggunakan bahasa Arab, maka lafalnya tergantung apakah kita menjadi imam atau makmum dalam salat tersebut.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillali ta’ala” “Saya berniat mengerjakan salat sunah Gerhana Matahari sebagai imam/makmum karena Allah semata”. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *