Terkait Dengan Memburu Harun Masiku, PDIP Lepas Tangan dan Menyerahkan Kepada KPK

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) menyerahkan sepenuhnya upaya pencarian Harun Masiku kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Harun Masiku caleg PDIP yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga melakukan tindak pidana penyuapan kepada mantan Komisioner KPU Iwan Setiawan terkait kasus pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.

Muat Lebih

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, secara otomatis keanggotaan Harun sebagai kader PDIP sudah dicabut. Untuk itu, PDIP menyerahkan kasus ini kepada KPK untuk diproses secara hukum.

“Kami mengimbau semua warga negara harus taat pada hukum. Ya, dia harus bertanggung jawab menyerahkan diri. Tapi untuk masalah upaya itu silakan serahkan kepada KPK,” kata Djarot

Djarot menegaskan karena sudah tidak lagi sebagai anggota partai. Maka PDIP tidak memiliki kewenangan lagi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan Harun. Atau kata dia, ikut membantu KPK untuk mencari Harun.

Lanjut Djarot, kini yang dilakukan PDIP adalah mempertahankan anggota DPR Riezky Aprilia yang sebelumnya tengah diincar untuk digulingkan oleh Harun Masiku, melalui cara-cara kotor dengan menyuap mantan Komisioner KPU Iwan Setiawan.

Selain itu juga, Djarot menjelaskan, dalam rapat pleno penetapan anggota DPR terpilih, KPU sudah menolak permohonan PDIP yang merekomendasikan Harun Masiku. Untuk menggantikan Caleg PDIP yang meninggal sebelum pencoblosan, yakni Nazarudin Kiemas. Penolakan itu dilakukan oleh KPU sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Sebab dalam undang-undang itu menyebutkan pergantian bisa dilakukan oleh pemilik suara terbanyak kedua. Dalam hal ini, yang memiliki suara terbanyak kedua setelah Nazarudin Kiemas adalah Riezky Aprilia sementara Harun Masiku memiliki suara terbanyak kelima.

“Selesai. Kan udah ditolak (KPU), tidak ada upaya lagi. Jadi tetap kami jamin bahwa Riezky tetap (anggota DPR),” tegasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan politikus PDI Perjuangan Harun Masiku sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Harun Masiku diduga menjadi pihak yang memberikan uang kepada Wahyu Setiawan agar membantunya menjadi anggota legislatif melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *