UPDATE: Sebanyak 18 Orang Meninggal Akibat Longsor di Tana Toraja Sulsel

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Bencana tanah longsor di Tana Toraja Sulawesi Selatan mengakibatkan banyak korban jiwa kehilangan nyawa. Informasi terbaru, sebanyak 18 orang meninggal akibat bencana tersebut. 

Sebanyak 14 orang korban longsor yang tertimbun ditemukan di titik longsor pertama di Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale. Sementara itu, empat orang korban lainnya ditemukan di Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan.  

Muat Lebih

Setelah para korban diidentifikasi dengan jumlah 18 orang, keluarga para korban pun ramai memadati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada Tana Toraja.  

Peristiwa tanah longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada wilayah dengan kondisi tanah yang tidak stabil pada Sabtu, pukul 22.30 Wita. 

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, berdasarkan laporan yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada Minggu (14/4), rincian korban jiwa dalam peristiwa ini antara lain di Kecamatan Makale Selatan terdapat tiga warga meninggal dan satu orang dilaporkan hilang, sementara itu di Kecamatan Makale 11 orang meninggal dan dua orang luka-luka. 

“Laporan hasil kaji cepat sementara mencatat kerugian materil yang disebabkan oleh longsor ini antara lain tiga unit rumah di Kecamatan Makale dan satu unit rumah di Kecamatan Makale Selatan tertimbun material longsor,” katanya.  

Hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja bekerja sama dengan tim pencarian dan pertolongan masih melakukan upaya pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang. Tim reaksi cepat BPBD Tana Toraja juga melaksanakan asesmen serta melakukan upaya penanganan darurat. 

Adapun dalam upaya penanganan darurat ini tim gabungan menghadapi kendala antara lain kondisi cuaca yang masih sering turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, medan yang sulit karena berada di daerah dataran tinggi hingga kurangnya penerangan pada malam hari.  

Adanya titik longsor di beberapa titik sepanjang jalan menuju Kecamatan Makale mengakibatkan jalan sulit dilalui kendaraan sehingga tim penanganan darurat harus berjalan kaki untuk mencapai lokasi. 

“Kebutuhan mendesak tim gabungan hingga saat ini adalah alat berat untuk membuka akses jalan serta unit ambulance untuk mengevakuasi korban,” tandasnya. [Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *