Waduh, Anggota DPR Belanda Ini Buka Kembali Lomba Kartun Nabi Muhammad

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Anggota parlemen anti-Islam Belanda berencana menghidupkan kembali kontes kartun Nabi Muhammad. Pernyataan itu terlontar, setelah lebih dari setahun pemerintah membatalkan acara ini lantaran takut jika Belanda diamuk massa dari kalangan Muslim.

Anggota parlemen anti-Islam Belanda Geert Wilders pada Sabtu (28/12) mengatakan, ia telah menghidupkan kembali rencananya untuk mengadakan kontes kartun karikatur Nabi Muhammad. Pernyataan itu terlontar, setelah lebih dari setahun pemerintah membatalkan acara ini lantaran takut jika Belanda diamuk massa dari kalangan Muslim.

Muat Lebih

Dalam sebuah unggahan di Twitter pada Sabtu malam, Wilders meminta orang untuk mengirim kartun Muhammad yang mereka buat.

“Kebebasan berbicara harus menang atas kekerasan dan fatwa Islam,” ujar pemimpin partai oposisi terbesar di parlemen Belanda tersebut, dikutip dari Reuters.

Wilders membatalkan kontes serupa pada Agustus tahun lalu setelah polisi menangkap seorang pria yang mengancam akan membunuhnya karena rencana ini.

Saat itu, rencana untuk mengadakan kontes juga mendorong demonstrasi besar-besaran di Pakistan, yang diselenggarakan oleh Partai Islam Tehreek-e-Labbaik, yang meminta negara-negara Islam untuk memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Belanda.

Wilders, memang dikenal dengan retorika anti-Islam dan anti-imigran. Retorika tersebut membuat Partai Kebebasan terdongkrak posisinya, dari partai gurem yang tidak diketahui publik menjadi partai kedua terbesar kedua di Parlemen usai Pemilu Maret lalu.

Masih melansir sumber yang sama, platform partai Wilders antara lain menyerukan agar Belanda tidak menerima imgiran atau pencari suaka dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Wilders juga mengkampanyekan kebijakan anti-jilbab di tempat umum. Dia bahkan melarang ucapan khas muslim lantaran dianggap melanggar ketertiban umum.

Masalahnya, dalam pernyataan pembatalan lomba karikatur Nabi Muhammad tahun lalu, Wilders tetap mengobarkan jargon anti-islamnya.

“Ini bukan semata soal saya,” kata Wilders.

“Para penentang acara tersebut tidak saja melihat saya, tapi seluruh Belanda sebagai target,” ujarnya lagi, dikutip dari CNN.

Kontes karikatur Nabi Muhammad tidak mendapat dukungan dari pemerintah Belanda. Perdana Menteri Mark Rutte bahkan mempertanyakan motif Wilders.

“Tujuan dia bukan mendebat Islam,” kata Rutte pekan lalu.

“Tujuan dia untuk memprovokasi,” ungkapnya.

Meski demikian, Rutte menegaskan bahwa rakyat Belanda memiliki kebebasan berekspresi yang luas dan pemerintah tidak berniat untuk membatalkan kontes tersebut. Sesaat usai membatalkan lomba karikatur, Geert Wilders mengatakan dia tak berpikir memiliki rencana untuk menghidupkan kembali kompetisi kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Menurut Islam, sosok Nabi Muhammad dilarang dituangkan dalam gambar karena dianggap bisa mengarah pada kecenderungan seperti menyembah berhala. Sebagian besar kalangan Muslim menganggap karikatur Nabi Muhammad sebagai penghinaan berat. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *