Waspada, Kelelawar di Indonesia Juga Mengandung Virus Corona

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Penyebaran Novel Coronavirus (2019-nCoV) mtelah menjadi perhatian dunia termasuk di Indonesia. Penyebaran virus ini diduga melalui hewan kelelawar.

Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Research Center for Zoonosis Control (RCZC), Hokkaido University, Jepang sempat melakukan penelitian mengenai kelelawar yang berada di Indonesia terkait virus corona tersebut.

Muat Lebih

Dalam penelitian ini, IPB dan RCZC meneliti sampel-sampel kalelawar buah di sejumlah daerah habitat mamalia bersayap itu di Indonesia, antara lain Bukittinggi, Bogor, Panjalu (Ciamis), Gorontalo, Manado, dan Soppeng (Sulawesi Selatan).

Berdasarkan keterangan tertulisnya, kalelawar-kalelawar di Indonesia itu mengandung virus-virus berbahaya, antara lain coronavirus, bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, dan gammaherpesvirus.

Ahli patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University Prof Drh Agus Setiyono dalam rilisnya mengatakan, mengonsumsi kelelawar buah dapat berisiko terpapar virus corona bila preparasi kelelawar menjadi bahan makanan dilakukan secara kurang tepat.

Virus corona dapat berada di dalam tubuh kelelawar tanpa menimbulkan persoalan bagi kelelawar dan virus itu tidak secara khusus hidup di dalam kelelawar buah. “Hewan lain juga memiliki kemungkinan menjadi induk semang virus ini,” ujarnya, Sabtu (1/2/2020).

Letak geografis kelelawar buah, tidak menjadi penentu penyebaran virus, karena virus itu secara umum terdapat pada kelelawar buah di mana pun termasuk di Indonesia.

Jadi, bukan hanya di Wuhan. Karena itu, ada potensi wilayah Indonesia terinfeksi virus corona, karena kelelawar terbang sangat jauh dan dapat berpindah tempat tinggal (habitat), mengikuti musim buah sebagai makanan pokoknya.

“Kelelawar memiliki sistem imun yang unik. Ada berbagai virus yang berdiam dalam tubuhnya, dan bukan hanya virus corona, tapi banyak lagi patogen yang berpotensi zoonosis (penyakit yang secara alami dapat menular dari hewan vertebrata ke manusia atau sebaliknya). Dan hal ini tidak ‘dihalau’ sebagai benda asing oleh kelelawar,” tuturnya.

Dia menyarankan beberapa langkah pencegahan terhadap serangan virus corona. Pertama, tidak bersentuhan dengan kelelawar, langsung maupun tidak langsung.

Kedua, tidak memakan buah sisa masak pohon yang digerogoti kelelawar, meskipun biasanya ini yang paling manis.

Ketiga, sebaiknya bagi sebagian masyarakat dengan budaya mengonsumsi sayur atau lauk dari kelelawar mulai mempertimbangkan kembali untuk melanjutkan mengonsumsi kelelawar.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *