WNA Modus Minta Sumbangan Marak, Imigrasi Depok Sigap Amankan Pelaku

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) peminta sumbangan hingga ke rumah-rumah warga tengah marak ditemukan di Kota Depok. Aksi mereka ini terkadang dilakukan setengah “memaksa” kepada warga untuk diberikan uang.

Menanggapi hal ini, Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok langsung turun  tangan membuka pengaduan melalui nomor telepon +62-812-8923-2368. Masyarakat bisa melapor bila kasus ini terulang di lingkungan tangan mengamankan keberadaan “pengemis impor” ini.

Muat Lebih

“Jika ada yang menemukan pengemis bertampang asing bisa melaporkan ke imigrasi, dan segera akan kami tindak lanjuti,” kata Humas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok, Rima Wulandari, belum lama ini.

Terbaru, dua WNA Pakistan berinisial FG dan MAG diamankan di salah satu Masjid di Jl. Margonda. Video kedua WNA itu diamankan dibagikan akun@infodepok_id.  Kedua WNA tersebut saat ini memegang izin tinggal kunjungan untuk beberapa kali perjalanan. Namun ketika ditanyakan siapa yang menjamin keberadaan yang bersangkutan di Indonesia, mereka menjawab tidak mengetahuinya.

Diketahui, kegiatan kedua WNA tersebut mengumpulkan uang untuk dikirimkan ke suatu lembaga di Pakistan bernama Madirsa Arabia Madina Jamia Masjid Roshni, Pakistan. Mereka mengumpulkan uang lalu mengirimkan hasil donasi melalui western union ke seseorang bernama ABG, WNA Pakistan.

Dana yang telah terkumpul sebanyak Rp. 39.713.000 dari beberapa dewan kemakmuran masjid di Bekasi, Bogor dan Depok. Semua uang tersebut saat ini sudah ditransfer ke ABG via western union. Kegiatan mereka ini tidak memiliki izin dari instansi terkait untuk melakukan pemungutan dan kegiatannya tidak sesuai dengan peruntukan izin tinggal yang diberikan.

Rima tak menampik, bila masih banyak imigran gelap yang kerap mengemis di kawasan Kota Depok. Mereka diketahui kerap berpindah-pindah sehingga menyulitkan pihak imigrasi untuk mengamankan.

“Mereka tidak hanya satu tapi banyak dan berpindah-pindah, sehingga kami membutuhkan laporan warga agar mempermudah kerja imigrasi Depok,” kata Rima.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *