Yang Gugat Anies Soal Banjir Punya Motif Politik

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Massa atau kelompok yang menggugat Gubernur DKI Anies Baswedan soal banjir di Ibu Kota pada awal tahun baru 2020, mempunyai motif politik. Demikian diungkapkan Ketua Umum Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Daniel Hutapea.

“Banjir itu anugerah Tuhan. Berkah. Masak kita mengutuk pemberian Tuhan. Kalau mau gugat alam silakan. Memang ada pasalnya? Kalau enggak bisa nunjukkan pasal berapa di KUHAP, berarti ada motif politik,” ujarnya pada wartawan di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Muat Lebih

Lalu, siapa yang memiliki ambisi politik untuk “menjatuhkan” Anies gara-gara banjir tersebut? Daniel menyebut, yang pasti, partai oposisi.

“Kan mereka mau majuin yang di Surabaya (itu). Padahal, Pilkada, kan, masih lama. Jangan terburu nafsu dong. Kantongi dulu calonnya. Jangan munculkan sekarang. Kalau maksain, sama saja mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain,” sindirnya.

Kata Daniel, banjir itu anugerah Tuhan dan supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Dan sangat aneh kalau dibuat pansus banjir. Kalau mau, ya kemarin sebelum ketuk palu APBD, anggaran untuk penanggulangan banjir diperbesar,” tukasnya.

Ia pun menyindir, sangat aneh, karena banjir, ibukota dipindahkan. “Ini logika yang aneh. Supaya tidak banjir, ibukota dipindahkan ke Kalimantan. Biar pemerintah aman,” sindirnya lagi.

Lalu, Daniel pun meminta, yang ingin menggugat Anies soal banjir itu harus berkaca dulu.

“Coba sebelum menggugat, mereka ngaca dulu. Apa yang mau dituntut? Kalau mau nuntut ada pasalnya enggak? Bisa memang nuntut alam? Masak mau nuntut pemberian Tuhan? Kalau enggak ada pasalnya, ya gila sendiri nanti,” paparnya.

Dirinya pun menyoroti soal pemilik mall yang ikut-ikutan ingin menggugat Pemprov DKI.

“Jangan latah ikut-ikutan lah pemilik mal-mal di Jakarta yang kena banjir mau gugat Anies. Mereka harusnya memperhitungkan amdal dan infrastruktur sebelum membangun mall. Tingginya berapa supaya tidak kena banjir, dampak dan risikonya juga. Itu kesalahan infrastruktur mereka kalau kena banjir,” tegasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *